Rabu, 06 Juli 2011

Pengalaman MOS waktu SMP

Hoeh selama liburan gue bener-bener gak ada kerjaan yang bener-bener kerjaan. Gimana yaa...gue baru lulus gitu dari julukan anak SMP ke anak SMA (gak guna sombongnya). Secara baru lulus jadi status pun gak jelas. Anak SMP bukan, anak SMA juga belum, PENGANGGURAN iya. Keseharian di rumah kalo gak tidur, bangun, nonton tipi (baca : tv), online, browsing, yaah membosankan..

Eh ya gue daftar di SMAN 6 Bekasi. Tiap hari nongkrongin PSB Online bro. Nama gue alhamdulillah masih ada. Gue keterima dongs. Hm...alhamdulillah Ya Allah. Oh ya, pengumuman masih tanggall 11 Juli and daftar ulang tanggal 12 Juli ampe 14 Juli. Terus tanggal 18 Juli hari pertama masuk sekolah deh sebagai anak SMA (prokprokprok). Dan yaap, pasti ada MOSnya -_-

Pengalaman gue MOS waktu SMP :
Junior-junior disuruh minta tanda tangan sama kakak kelasnya. Mana kakak kelasnya pelit-pelit and make syarat kan kalo mau dapetin tanda tangannya. Yaa..dikerjain dulu gitu. Gue pernah minta tanda tangan sama kakak cantik baik Fildzhah yang kebetulan kakak kelas gue di SD dan temen ngaji dulu sama Bu Rahkmatun. Apalagi kebetulan rumahnya lumayan dekat dengan rumah gue berada.
Gue : "Kak, minta tanda tangannya dong hehe" (nyengir).

Kak Fildzhah : "Kalo kamu mau dapet tanda tangan aku kamu harus dapetin tanda tangan kak Ghali dulu hehehe" *Gue cengo*
Yap, Kak Ghali adalah pacar Kak Fildzhah. Mereka memang pasangan awet dan serasi.

Gue : "Yah kak kita kan sohib waktu dulu SD masa disuruh juga kak?" *rayuan gembel*

Kak Fildzhah : "Mau tanda tangan aku gak, De?".

Gue : "Iya iya kak" (dengan komuk pasrah, gue pun menuju Kak Ghali)

Gue cari-cari Kak Ghali berabad-abad puluhan bulan dan tahun kesana kemari disekolah gue tercinta, dan akhirnya ketemu!! *sujud syukur*

Kebetulan Kak Ghali banyak banget junior-junior yang minta tanda tangan sama dia kan. Gue berfikir, bagaimana caranya gue masuk ke dalam kerumunan orang-orang tersebut? hm..
Secara gue lagi males desak-desakan karna gue sadar gue cuma tinggal tulang, kulit, ama kentut and daripada gue mati ngenes karna di injek-injek sama junior-junior lainnya, gue pun nyari kakak kelas lainnya untuk minta tanda tangan mereka di buku MOS gue sebagai koleksi tanda tangan kakak kelas dan buat gue setor ke museum untuk dipajang (enggak lah).

Setelah melihat keadaan aman tentram dan damai pada kak Ghali, gue pun langsung menuju dia.
Gue : "Kak, boleh minta tanda tangannya gak?"

Kak Ghali : "Gimana yaa.." (sok jual mahal)

Gue : "Kak aku di suruh kakFild bzhah buat minta tanda tangan kakak kalo mau dapet tanda tangan dia. Jadi tanda tanganin dong kak, pliss.." (memohon, membungkuk, telapak tangan dipersatukan *enggak deng)

Kak Ghali : "Oh..di suruh Fildzhah yah. Yaudah sini gue coret dulu muka lo haha"

Nyeeehhh kekurangan kertas apa coba sampe-sampe mau  nyoret-nyoret di muka gue. Ini bukan karna pengiritan kertas karna Global Warming kan? Occhhh niat banget ngerjainnyaa -_-

Gue : "Uhhh..yaudah deh" (pasrah jadi kertas)

Dia nyoret muka gue pake pulpen tanpa berdosa. Dengan asyiknya dia buat gari panjang yang berkelok kelok di muka gue. Gue mundur-mundur kan biar gak terlalu kena gitu sama pulpennya (bahasa gampangnya : mengelak). "Eh, jangan mundur-mundur dong, De" Kata dia setengah ketawa. Gue yang masih reflek mundur-mundur ngehindar pulpen ini malah terjadi suasana kekagetan antara gue dan Kak ghali. Hening untuk beberapa detik. Oke. Kondisi kaki gue saat itu adalah basah karna nyemplung di saluran pembuangan air kecil. Gue gak tau kalo di belakang gue itu ada saluran pembuangan air (baca : GOT). Emang kecil sih, tapi ada airnya dan kaki gue nyemplung disitu. Kak Ghalig ketawa puas bagaikan melihat om Sule yang mengembang-ngembangkan hidungnya. Gue apes. Banget banget banget. Sepatu, kaos kaki gue and kaki gue basah. Gimana sih rasanya kaki basah di dalam sepatu yang memakai kaos kaki? risih kan?
Akhirnya setelah kejadian naas itu kak Gilang memberi tanda tangannya. Lo tau gak gue berjuang sampai titik koma darah penghabisan hanya untuk mendapatkan tanda tangan yang hampir mirip seperti ini >>> # ,cuman garis ke samping di bagian bawahnya tuh gak ada. Wuaaaaahhh....haha -_-

Gue pun menuju Kak Fildzhah dengan senang dan memperlihatkan tanda tangan pacarnya itu. Kak Fildzhah pun menandatangani buku gue. Kak Fildzhah melihat muka gue.
"Ini muka kamu kenapa, De?"
"Hasil seni dari kak Ghali, Kak"
Kak Fildzhah ketawa.

Waktu itu junior disuruh masuk kelasnya masing-masing. Terus kakak-kakak senior marah-marah tanpa sebab kepada kita. Kita disuruh tutup mata sambil berdiri. Terus kakak-kakak senior marah-marah tanpa sebab kepada kita *ngulang kalimat*. Kak Devi memukul meja dengan keras sambil membentak-bentak kita seakan-akan kita salah sebagai junior. Yaa..kita dianggap junior yang susah di atur dan belagu-belagu. Para kakak senior bersaut-sautan untuk memarahi kita. Kak siapa gitu gua lupa, pokoknya yang gue pikir baik dan royal ternyata galak banget. Killer banget sumpah. Gue sebenernya udah ngerti nih mereka pasti mau ngerjain kita para junior. Gue dengan tampang polos spik spik babi yang merem- merem melek ngintip-ngintip liat kakak senior dan langsung merem cepet seketika setelah gue melihat kenyataan bahwa kakak senior ada yang KETAWA saat akting!! huahahahh...gue benar ini pasti dikerjain.

Temen sekelas gue Heni nangis karna di bentak-bentak ama kakak senior. Kakak senior tambah marah kan.
Kasian sekali dia. Akhirnya berakhir sudah dan kakak senior kita menjelaskan kalo ini cuma mengetes mental kita untuk bersekolah dan bersosialisasi di sekolah tercinta ini.

Sesi pulang sekolah kita disuruh ke lapangan tanpa membawa tas dan barang apapun. Lah kan mau pulang kok gak boleh bawa tas? Kita pun disuruh duduk dilapangan. Blablablabla panjang lebar kakak senior ngomong lalu kita disuruh nunduk gitu. Dan dan dan .... TARA!! Kita disiram sama kakak senior pake air. WOWOWOW puas sekali mereka!! Kita pun menyanyikan jingle lagu sekolah kita sambil siram-siraman.
Bunyi jingle : "Enamm belaas enam belass....sekolah kita semua"
                    "Enamm belaas enam belass....sekolah kita semua"
                    "Disinilah kita ditempa berbagai ilmu"
                    "Untuk jadi siswa berprestasi dan berBUDI" (yang nama bapaknya Budi langsung pada nengok)
                    "16 the BEST .. 16 the BEST .. 16 memang OK" *repeat*

Main air kejar-kejaran sama kakak kelas dengan menyanyikan lagu kebangsaan sekolah kita tuh gue merasakan keharuan yang begitu mendalam sedalam sumur di rumah kakek nenek. Tapi yah, gue bener-bener terharu sama suasana nya, seperti di film-film bagaikan gue berdiri seorang diri melihat sekeliling orang-orang yang lagi bermain siram-siraman dengan penuh kegembiraan *Scenenya slowly* lalu background di belakang gue tuh muter-muter slowly gitu, terus gue mangap tersenyum terharu dengan slowly juga. Gue pun lalu menitikkan air mata sederas air kencing kuda dengan penuh keharmonisan kakak senior dan para junior baru yang begitu mengharukan.. (backsound : terpujilah wahai engkau ibu bapak guruu...) Hahah gue geblek.

Yak itu pengalaman MOS gue waktu itu. Sebenernya ya masih banyak hal-hal gila dan aneh yang dilakuin dari mulai bawa-bawa hal yang gak penting, sampe melakukan hal yang tidak penting sama sekali. Hem..dan sekarang gue sudah SMA, masa-masa SMP yang indah seindah mata gue pun hanya tersimpan di kalbu hati gue yang paling dalam sedalam empang di rumah kakek nenek gue.

Sekian.

1 komentar:

  1. Wahh, pengalamannya mirip bgt nih kya pngalaman gw wktu mos di slah 1 Sma di Kalsel:) hemmm, itu pake kostum mos yg aneh.aneh jg gk??
    Oh ya, jgn lupa kunjungan baliknya di : Http://blogotakkecil.blogspot.com ya;)

    BalasHapus

About Me

Anita Auliani.
Kalau siang dipanggil Anita, kalo malem dipanggil Anto. Bertampang Flat and gak ada ekspresi. Suka sesuatu yang simpel. Pernah kelelep gara-gara loncat ke kolam yang dalem, dia kira cetek, alhasil malu dengan sukses dan dia kabur karna malu dengan air yang keluar-keluar dari hidungnya. Pernah nabrak jemuran orang karna dia nunduk gara-gara ketemu orang yang dia kagumin waktu SD (idiot). Waktu kecil dia pernah nyolong bunga kamboja dan mawar milik tetangganya buat main ulek-ulekan. Pernah juga nyolong mobil-mobilan punya temen saking naksirnya sama ntuh mobil. Gue gak tau kenapa kecil-kecil udah nyolong, semoga aja gedenya bukan tukang colong. Sekarang dia berpendidikan di SMAN 6 Bekasi dan bercita-cita menjadi penulis atau photographer. Suka baca buku yang bisa buat dia masuk ke ke dalam buku itu. Gak ngerti? Sama. Suka memakai kalimat iklan susu Nutrilon sebagai moto hidupnya "Live Is an Adventure". Oke. Kenapa gak pake "Life is Never Flat" nya iklan Chitato? Ini karna dari muka dia yang FLAT, orang akan tau bahwa hidup dia FLAT. So, not NEVER FLAT.
Yap, tujuan menulis di blog ini hanya iseng saja. Sekian.